E-Money: Uang Elektronik Masa Kini



Sejalan dengan kebijakan cashless yang dicanangkan oleh pemerintah, maka masyarakat mulai dikenalkan bahkan kemudian “dipaksakan” untuk menggunakan E-money. Kebijakan cashless adalah kebijakan untuk mengalihkan penggunaan uang tunai menjadi non tunai, atau disebut dengan uang elektronik. Kebijakan pemerintah tersebut adalah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Uang elektronik atau e-money sebenarnya sudah lama dikenalkan kepada masyarakat, yaitu sejak tahun 2007. Namun antusias masyarakat belum seperti beberapa tahun belakangan ini. Hal itu disebabkan karena penggunaan uang elektronik atau e-money dijadikan pembayaran untuk Kereta Rangkaian Listrik (KRL) atau disebut juga commuter line pada Juni 2013. Kemudian menyusul menjadi pembayaran untuk ongkos busway atau Transjakarta. Dan berlanjut pada fasilitas umum lainnya, bahkan dapat digunakan sebagai pembayaran untuk berbelanja.

 JENIS KARTU E-MONEY


Berikut ini adalah kartu e-money beserta bank penerbitnya.
1.      BCA Flazz, diterbitkan oleh BCA
2.      E-Toll Card BPJT, diterbitkan oleh Bank Mandiri
3.      Mandiri E-Money, diterbitkan oleh Bank Mandiri
4.      BNI Tapcash, diterbitkan oleh Bank BNI
5.      BRI Brizzi, diterbitkan oleh Bank BRI
6.      BTN Blink, diterbitkan oleh Bank BTN
7.      Gaz Card, diterbitkan oleh Bank Mandiri
8.      Indomaret Card, diterbitkan oleh Bank Mandiri


PENGGUNAAN E-MONEY


Penggunaan e-money sudah menyentuh berbagai bidang, terutama pada sektor transportasi. Penggunaan e-money yang terbanyak adalah untuk pembayaran biaya tol, ongkos transportasi umum (KRL dan busway), ongkos ojek online, Go-Food atau Grab-Food, belanja di minimarket, membeli pulsa, dan membayar parkir.

Jenis e-money yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah Go-Pay, Kartu Flazz BCA, E-money Mandiri, T-Cash Telkomsel, Grab-Pay, E-tol Card, dan Toko Cash.

Pengguna e-money terbanyak adalah dari kalangan karyawan swasta, terutama yang tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya. Dan menjadi pilihan untuk alat pembayaran karena menawarkan berbagai program diskon yang menarik. Penggunaan tertinggi adalah pada hari kerja dan jam kerja.

Namun masih ada masyarakat yang belum mengerti, bahkan belum mengetahui tentang e-money. Akibatnya masih ada masyarakat yang bingung, dan kemudian mereka mengeluh berkepanjangan menyalahkan kebijakan yang bagi mereka memberatkan. Salah satu alasannya adalah karena harga kartu perdana e-money masih sangat mahal bagi mereka. Karena itu diperlukan sosialisai lebih baik, terutama bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang masih rendah.


MEMAHAMI PENGGUNAAN E-MONEY


E-money tidak sama dengan kartu debit ataupun kartu kredit. Untuk mendapatkan e-money tidak perlu membuka rekening terlebih dahulu seperti pada kartu kredit. Untuk mendapatkan e-money juga tidak perlu mengajukannya terlebih dahulu, dan harus dapat memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan oleh bank penerbit. Cukup hanya dengan membeli kartu perdana e-money yang sudah berisi saldo dengan nominal tertentu, kemudian saldo tersebut dapat digunakan untuk bertransaksi. Apabila saldo sudah habis, maka pemilik e-money harus segera mengisi ulang agar dapat digunakan terus. Perlu diperhatikan bahwa sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, maka untuk pengisian ulang e-money akan dikenakan biaya tambahan.

Cara mengisi saldo e-money sangatlah mudah, yaitu:
1.      Melalui ATM Bank Penerbit E-money
Isi ulang e-money dapat dilakukan pada seluruh mesin ATM bank penerbit e-money. Dan pengisian ulang e-money di bawah Rp 200.000,- pada ATM bank penerbit tidak dikenakan biaya. Sedangkan pengisian ulang e-money di atas Rp 200.000,- pada ATM bank penerbit akan dikenakan biaya maksimal sebesar Rp 750,-

2.      Melalui ATM Bersama
Pengisian ulang e-money dapat dilakukan pada seluruh  jaringan ATM Bersama. Biaya yang dikenakan adalah Rp 1.500,-

3.      Melalui Kasir di Minimarket
Pengisian ulang e-money juga dapat dilakukan pada kasir minimarket, yaitu Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Lawson, dan Circle K. Biaya yang akan dikenakan adalah Rp 1.000,-

4.      Melalui Kasir di Halte Transjakarta
Isi ulang e-money dapat dilakukan pada petugas di halte Transjakarta atau busway, dan biaya yang dikenakan adalah Rp 1.500,-




EmoticonEmoticon