Realistiskah KPR Tanpa DP alias Nol Rupiah?


Belakangan ini dunia perumahan dilanda isu yang masih hangat diperbincangakan yaitu isu mengenai (Kredit Pemilikan Rumah) KPR Tanpa DP alias Nol Rupiah. Saya tergelitik juga untuk menulis mengenai masalah ini. Apakah KPR tanpa DP realistis? Apakah dapat dilaksanakan di jakarta? Berikut ini hasil penelusuran saya:

1. MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)
Pertama-tama kita harus mengetahui deskripsi apa itu MBR, mengapa? Karena isu ini hangat dibicarakan bahwa pemerintah harus menyediakan perumahan murah untuk MBR. Berdasarkan penelusuran saya, untuk membeli rumah subsidi yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) gaji maksimal adalah sebesar Rp.4 juta rupiah. Maka sebagai patokan adalah UMR Jakarta saat ini -/+ 3.2jt per bulan.

2. Harga Rumah
saat ini harga rumah bagi MBR sudah ada patokannya dari pemerintah yaitu antara 200-250jt per unit rumah. Namun sayangnya, menurut Theresia Rustandi (Sekertaris Perusahaan Intiland) pertanyaannya adalah "siapa pengembang yang bisa bangun rumah seharga 250jt di jakarta?"

Berdasarkan pernyataan ini saya mengambil kesimpulan bahwa tidak ada developer yang dapat membangun rumah di jakarta dengan harga 250jt, terlebih lagi harga tanah di jakarta sudah sangat tinggi. Sulit sekali mencari tanah dengan harga murah untuk dibangun perumahan bagi MBR. Harga rumah dengan luas 60 meter saja sudah dijual seharga 500 juta.

Solusi paling baik memang dengan membangun hunian vertikal. Saat ini ada saya temukan apartemen subsidi di jakarta barat yang ditawarkan dengan harga 198jt, namun sayangnya hanya type studio. Untuk tipe 2 kamar harga mulai dari 400jtan.

3. Jika tanpa DP otomatis cicilan KPR tambah besar
sebagai contoh, rumah/apartemen dengan harga 400jt jika dengan DP 20% cicilan perbulannya sebesar 3,4 juta rupiah per bulan. Jika tanpa DP maka cicilan perbulannya adalah sebesar 4,4 juta rupiah per bulan.

4. Kemampuan membayar
Masyarakat dengan penghasilan 4jt rupiah dapat dipastikan tidak dapat mencicil rumah sebesar Rp.3,4jt perbulan. Apalagi jika tanpa DP, gajinya habis hanya untuk bayar cicilan rumah. Saya sangat setuju dengan pernyataan pak Ahok bahwa masyarakat dengan gaji UMR tidak akan sanggup mencicil rumah harga 300-400jt meskipun tanpa DP.

Berdasarkan pemaparan diatas, maka kesimpulan saya adalah

1. Sangat sulit mencari rumah dijakarta dengan harga 200-250juta sesuai standart harga rumah subsidi pemerintah. Bahkan pengembang pun akan ragu membuat rumah bagi MBR di Jakarta. Pengembang lebih memilih membangun rumah harga diatas 500juta bahkan 1 milyar.

2. Jika ada rumah yang dijual dengan harga 400 juta, maka dengan gaji UMR Jakarta sangat tidak mungkin masyarakat berpenghasilan rendah dapat mencicil KPR. Karena gajinya tidak mencukupi (repayment capacity tidak mencukupi).

3. Solusinya apa kalau begitu? Saya sekali lagi sangat setuju dengan pak Ahok, bahwa beliau akan membuat rusunawa di atas pasar, terminal, dll yang disewakan seharga kos. Sepertinya ini yang paling realistis untuk menanggulangi masalah perumahan di jakarta.

Bagaimana menurut Anda? Realistiskah KPR Tanpa DP alias Nol Rupiah? Ditunggu Komentarnya.




EmoticonEmoticon